Industri dan SMK mempunyai peran
yang sangat penting dalam dunia pendidikan nasional indonesia, dimana Industri
merupakan tempat dimana peserta didik SMK setelah lulus dan memutuskan untuk bekerja akan mencari salah satu industri sebagai tempat
mengimplementasikan ilmu yang sudah dipelajari selama 3 tahun lamanya dibangku
sekolah sehingga ilmu tersebut bisa bermanfaat bagi diri pribadi dan industri sebagai
tempat kerjanya. Akan tetapi dalam memasuki suatu industri tidaklah mudah,
disitulah peran SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) sebagai wadah pembentuk dari peserta didik menjadi calon tenaga kerja yang berkualitas, dimana
dibangku SMK para calon tenaga kerja akan diberikan pembelajaran sesuai
dengan bidang masing-masing. Layaknya besi yang akan ditempa menjadi sebuah
pedang akan melalui beberapa proses yaitu pemilihan bahan, pemanasan sampai
dengan pembentukan sampai akhirnya bisa menjadi pedang yang siap untuk
digunakan.
Akan tetapi bukan hanya lulusan SMK saja yang tujuan kerjanya ke industri akan tetapi beberapa lulusan perguruan
tinggi juga banyak yang memperioritaskan untuk berkarir di dunia Industri. Seperti halnya di Universitas Negeri Yogyakarta banyak mahasiswa yang ingin terjun langsung merasakan bagaimana dunia industri. SMK
dan Perguruan tinggi mempunyai suatu kesamaan dalam proses pembelajaran untuk
mencapai hasil yang maksimal yaitu dengan mengadakan pembelajaran di luar
sekolah atau kampus, akan tetapi di kedua zona ini mempunyai nama masing-masing di dalam Pengimplementasiannya,
di SMK menggunakan istilah PSG (Praktek Sistem Ganda) dan di perguruan tinggi
menggunakan istilah PI (Praktek Industri).
Untuk memenuhi kebutuhan calon tenaga kerja
yang berkualitas di maksud dibutuhkan suatu sistem pendidikan dan pelatihan
yang berkualitas yakni, sistem pendidikan yang secara langsung terkait dengan
tuntutan dan kebutuhan dunia kerja direncanakan dan di evaluai bersama. Salah
satu upaya untuk menghadapi tantangan diatas, telah ditetapkan suatu kebijkan yang
bertujuan mewujudkan
relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja yang disebut “Keterkaitan dan
Kesepadanan” (Link and Match). Salah satu bentuk perwujudan kebijakan dimaksud
pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah diterapkannya Pendidikan Sistem
Ganda (PSG).
Pendidikan nasional Indonesia bertujuan untuk
mengambangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada tuhan Yang Maha Esa berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cakap,kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggungjawab (pasal 1 UU No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan
nasional). Untuk mencapai tujuan itu dibentuklah suatu sistem pendidikan
Indonesia yang berlandaskan kepada
akar budaya dan palsafah bangsa dengan berorientasi kepada persaingan global
dalam kemajuan peradaban dunia.
Salah satu bentuk kebijakan yang dikeluarkan oleh
Pemerintah untuk mengantisipasi hal itu adalah Kebijakan Pendidikan Sistem
Ganda (dual system). Sistem ini berusaha mengintegrasikan kepentingan
dunia pendidikan dengan dunia industri. Tujuannya adalah untuk meningkatkan
kualitas pendidikan, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), baik
pengetahuan, ketrampilan maupun etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan
kerja, sehingga siap masuk ke pasaran kerja. Melalui PSG diharapkan ada
kesesuaian antara mutu dan kemampuan yang dimiliki lulusan, dengan tuntutan
dunia kerja. Pendidikan Sistem Ganda yang diselenggarakan pada sekolah menengah
kejuruan merupakan salah satu bentuk implementasi kebijakan “link and match”
antara dunia pendidikan dengan dunia kerja. Bentuk penyelenggaraan
Pendidikan Sistem Ganda menekankan pada pendidikan keahlian profesional
yang memadukan secara sitematik dan sinkron antara program pendidikan di
sekolah dengan program keahlian yang diperoleh langsung di
perusahaan.
Pendidikan System Ganda ( PSG ) di dunia SMK sangatlah dibutuhkan untuk
lebih menunjang keberhasilan pendidikan kejuruan, diindonesia sendiri sudah
sejak beberapa tahun yang lalu sudah mengadopsi system seperti ini, dan
terbukti dilapangan siswa/siswi mampu melaksanakan dan disuruh layaknya
kariawan dari DU/DI tersebut. Untuk kedepannya akan lebih baik lagi manakala
system seperti ini terus ditingkatkan lagi.
0 komentar:
Posting Komentar